Kasus Pelaporan Ketua DPRD Bogor, Kejari Pertajam Alat Bukti

newswartapublik
By newswartapublik Februari 11, 2018 11:56

Kasus Pelaporan Ketua DPRD Bogor, Kejari Pertajam Alat Bukti

Story Highlights

  • Kasus Ketua DPRD Bogor, Untung W Maryono.

Bogor, News Warta Publik -Kasus pelaporan Ketua DPRD Untung W Maryono oleh tiga pengusaha atas dugaan jualbeli proyek revitalisasi Blok F Pasar Kebon Kembang terua bergulir. Pasalnya, Kamis (8/2/2018) yang bersangkutan dipanggil Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor untuk dimintai klarifikasi atas laporan tersebut.

“Kami mengundang yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi atas laporan tersebut pada Kamis (8/2). Ya, intinya ketua dewan menyangkal semua isi laporan tersebut,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor. Jumat, (9/2) malam.

Meski Untung menyangkal semua isi laporan itu, namun Korp Adhyaksa tetap melakukan penajaman alat bukti terkait adanya pelaporan tersebut. “Langkah selanjutnya kami akan mempertajam alat bukti soal laporan itu,” tegas Widi.

Saat disinggung apakah kejaksaan bakal melakukan konfrontir antara Untung sebagai terlapor dan pelapor. Widi menyatakan bahwa proses itu masih panjang. “Nantilah itu masih panjang,” ucapnya.

Sementara itu, saat hendak dikonfirmasi mengenai hal tersebut. Untung Maryono tak bisa dihubungi.

Namun sebelumnya, Ketua DPRD Untung W Maryono menegaskan bahwa tudingan pengusaha tersebut tidaklah benar. “Itu nggak benar, laporannya tidak mendasar. Saya sudah 13 tahun jadi anggota dewan tidak pernah main proyek. Saya bingung laporan belum ditindak lanjuti oleh kejaksaan tapi sudah nyebar kemana – mana,” ucapnya.

Untung menegaskan, bukti kwitansi tertangg 3 Maret 2014 juga tidak benar lantaran saat itu ia belum berstatus sebagai Ketua DPRD. “Saya itu dilantik sebagai ketua dewan September 2014. Jadi laporan itu mengada – ngada,” ungkapnya.

Untung menegaskan, laporan kepada kejaksaan sangat berkaitan dengan tahun politik. “Ini kan tahun politik, jadi bisa disimpulkan lah sendiri,” katanya.

Meski demikian, Untung menegaskan bahwa dirinya akan menghormati proses hukum, apabila kejaksaan telah melakukan pemanggilan saksi – saksi. Saat disinggung apakah ia akan melakukan lapor balik. Dia mengaku takkan melakukannya. “Capek lab ini tahun politik,” tegasnya.[ Red ]

 

 

Reporter by Andy Djava
News Warta Publik

 

newswartapublik
By newswartapublik Februari 11, 2018 11:56
Write a comment

No Comments

No Comments Yet!

Let me tell You a sad story ! There are no comments yet, but You can be first one to comment this article.

Write a comment
View comments

Write a comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*