Bogor, News Warta Publik – Rd. Ace Sumanta nama yang tak asing di Jawa Barat, nasional khususnya di Bogor. Ace yang mendapat berbagai penghargaan dari berbagai pihak, institusi dan lembaga indevenden. Juga meraih ORI (Original Record Indonesia) beberapa tahun lalu di panggung besar dalam gelar budaya Jabar di Disparbud Jabar Jalan Riau Bandung.

Esoknya giat di GLS Jabar. Kini budayawan, sastrawan, dan penggerak Kota Pusaka, aktif di gerakan literasi nasional dengan banyak berkeliling ke berbagai daerah di luar Jawa Barat. Selain aktif menulis, membaca puisi ke berbagai wilayah juga menjadi pembicara.

Budayawan yang terkenal di kalangan budayawan nasional lainnya dengan sebutan “Budayawan-Sampurasun” baru-,baru ini mengikuti Kongres Kebudayaan 2018 di selenggarakan KEMENDIKBUD RI di Jakarta (5-9 Desember 2018) yang ditutup oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Di Bogor selalu menjadi inisiator gotrasawala, masamoan, seminar, perlombaan baca puisi Indonesia dan bahasa Sunda.

Sumbangan pemikiran untuk Kota Bogor sebagai Kota Pusaka terus konsisten bersama kawan-kawan budayawan dan sejarawan lainnya. Hasilnya berdiri kokoh bangunan megah sebagai ikon Kota Bogor yaitu Tepas Salapan Lawang Dasakreta (bangunan salapan lawang) bersanding indah dengan kebanggaan Warga Bogor yaitu Tugu Kujang.

Budayawan yang akrab dengan kemeja Batik Bogor dan Totopong termasuk kunjungan dan undangan ke luar daerah ini tetap komitmen memajukan dan berkarya untuk Bogor, Jawa Barat dan Indonesia. Semoga bisa berimbas kemajuan kebudayaan Indonesia. Menarik memang membicarakan budayawan bersosok elegan dan familiar yang memprakarsai Buku Puisi Tertebal di Indonesia bahkan duni satu meter, bersama Saidi sebagai peraih MURI 2014.

Isi puisi karya 10.000 siswa SD, SMP dan SMA di Kota Bogor. Tentu satu siswa satu puisi berjudul Ibu/Mamah/Umi. Intinya kumpulan 10.000 judul sangat fenomenal. Puisi itu idenya dipersembahkan untuk Ibu Negara di Istana Bogor. Sehubungan padatnya jadwal ibu Joko Widodo akhirnya MURI diterima langsung oleh Walikota Bogor DR Bima Arya pada saat memperingati hari ibu.

Acara tanggal, 23 Desember 2014 di Gedung Kesenian Kamuning Gading. Ace Sumanta selain Ketua Umum Yayasan Satya Citra Indonesia, Pusaka Pakuan (Lembaga Penelitian) ketua Komisi sastra DK3B, Ketua DK3B terpilih yang satu tahun tidak dilantik pengurusnya oleh Pemerintah Daerah Kota Bogor. Hingga ada dorongan kuat untuk pemilihan ulang.

Budayawan santun ini tentu sosok kontroversi dari rivalnya karena melakukan kegiatan tulus dan kalau mengkritidi ada data dan faktanya. “Hal itu rasa menanamkan karakter dan kejujuran dalam berbudaya”. Ia rela jabatannya diambil orang, toh tidak merubah Ace sebagai budayawan yang giat di berbagai aktivitas kehidupan,
juga budayawan yang banyaj membina beberapa sanggar juga pengurus ICMI di Bogor.

Dewan pakar Forum Sastra Bogor yang
tentu saja banyak karyanya dimuat di media masa dan tak kurang dari 15 buku karyanya dimuat di Antologi Puisi Nusantara dan ASIA. Koord. KKBK kota Bogor ini tak pernah lelah dalam berpikir, berkarya juga mengabdi untuk negeri juga koord. Badan Kesewedayaan Masyarakat (BKM) pengembangan desa adat juga aktif sebagai admin di banyak WA Group.

Buku Antologi puisi yang sangat laris dan juga banyak di tangan penulis, penyair, pejabat dan sejarawan berjudul “Buetenzorg: Antologi Penyair Nusantara” yang digawangi selain dirinya juga team kurator, penyusun seoerti ada nama Ahmadun Yosi Herfanda, Rida Nurdiani, Willy Ana, juga Mustafa Ismail. Buku ini ada di tangan Menteri, Dirjen, Gubernur, Walikota, Bupati, Para Kepala Dinas hinggi tokoh kuliner.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini