Bogor , News Warta Publik-Maraknya penjualan buku LKS disejumlah Sekolah yang berada diKabupaten Bogor.membuat resah orang tua murid.beberapa penjual buku yang rumah nya tidak jauh dari Sekolah saat dikonfirmasi dengan tim pewarta mengatakan, saya hanya menjual saja. ini hanya titipan distributor yang sudah bekerja sama dengan pihak sekolah.

Kemudian tim menyelusuri para distributor.salah satu distributor yang bernama j. ketika di temui mengatakan, ” Buku LKS tidak ada pidana nya sepanjang orang tua murid mau membeli buat saya tidak masalah, ” ucapnya.

Demikian juga dengan E salah seorang distributor melalui telepon 27/12/17. mengatakan,saya hanya satu sekolah saja dan untuk sekolah yang lain itu si j.
Saya juga sudah dimintai uang dengan si j. yang katanya buat teman teman wartawan.
Kemudian E, distributor LKS tersebut telah lakukan fitnah kepada Francisco R Samosir, SH. M.Hum selaku Perwakilan www.Mulajadinews.com di pulau jawa. E mengatakan bahwa dirinya telah memberikan jatah kepada Frans sejumlah 500rb. Hal ini dilakukan dengan tujuan memperlancar penjualan LKS

Lain hal dengan A salah seorang kepala sekolah ketika diminta keterangannya terkait penjualan buku LKS,06/01/18. menyampaikan.,saya dipaksa oleh oknum yang bernama j, mengatasnamakan wartawan selain jadi distributor j,juga ikut jual yang bukunya boleh minta sama penjual nya. Kemudian j.juga minta uang kepada yang jual buku dengan alasan untuk wartawan.

Direktur Jendral Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud.Hamid muhammad,ketika dikonfirmasi,menegaskan, praktik jual beli lembar kerja siswa (LKS) yang dilakukan pihak sekolah dan biasanya bekerja sama dengan penerbit atau pihak ketiga lainnya merupakan pungutan liar. Pasalnya, jual beli LKS telah melanggar Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 75/2016 tentang Komite Sekolah Pasal 12 ayat 1.

Dalam permen tersebut ditegaskan Komite Sekolah baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam atau bahan pakaian seragam di sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad menyatakan, praktik jual beli LKS masuk dalam kategori bahan ajar di sekolah dan tidak bisa dibenarkan sehingga harus dihentikan. “LKS sebenarnya boleh digunakan asal dibuat oleh guru dan tidak diperjualbelikan,
Ia menjelaskan, dalam Kurikulum 2013, LKS sudah diintegrasikan dalam buku pelajaran yang diberikan pemerintah, ” tuturnya. [ Red ]

 

News Warta Publik
Sumber MCBR.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini