Bogor, News Warta Publik – Perpustakaan Pelita Desa Kelurahan Loji Kecamatan Bogor barat kota Bogor dipadati pengunjung dari berbagai daerah baik Kota/Kabupaten Bogor, Tangerang, Balaraja, Pandeglang Provinsi Banten. Jum’at, (5/4/2019) mulai pukul 09.00 hingga pkl 15.00 WIB. Puluhan peserta tersebut adalah Guru PAUD, TK, TQA, SD/MI ada juga guru SLTP.

Antusiasme peserta dengan serius menghadiri acara “Saresehan Pendidikan Karakter dalam Sejarah Lokal Mendidik Melalui Mendongeng”. Acara disambut oleh Prof. Dr. Ir. Setijati D. Sastrapradja pendiri Perpustakaan Pelita Desa Bogor dan penulis buku Ragam Peristiwa Menuju Batas.

Sambutan lainnya oleh budayawan dan sastrawan Bogor Rd. Ace Sumanta yang juga Ketua Umum Yayasan Satyacitra Indonesia dan oleh Yati Thaher selaku Ketua Asih Fondation sekaligus Ketua Penyelenggara Acara. Narasumber budayawan Cirebon Mustaqim Astedja yang juga pendiri Komunitas Pusaka Cirebon Kendi Persula menyampaikan dengan kreatif dan inovatif.

Kegiatan itu melibatkan banyak guru dan sangat menarik kolaborasi budaya dua wilayah. Budayawan Ace Sumanta memberikan buku hasil penelitian para ahli dan filolog yaitu Babad Cirebon dan Cariyos Walangsungsang hasil dari transliterasi dan terjemahan persembahan Perpusnas RI 2018.

Menarik dan hangat pembahasan kaitan kepada sejarah lokal tentang sosok Walangsungsang, Prabusiliwangi, Ciung Wanara, juga keberadaan Batu Tulis masa lalu hingga Hikayat Sumur Tujuh dalam puisi. Banyak hal menarik disampaikan budayawan Cirebon dan Bogor dalam meningkatkan pengetahuan serta literasi adalah bagian dari program kecerdasan bangsa.

Tentu saja tidak jenuh jika disajikan lebih menarik dengan metode mendongeng. “Penyampaian sejarah lokal, maupun sastra lisan adalah bagian kebudayaan daerah yang harus terus dilestarikan”, ungkap Astedja dalam paparannya.

Ace pun memberikan motifasi dalam bentuk lain seperti membacakan puisi Bahasa Sunda dan Bahasa Indonesia baik karya penyair perempuan Bogor Rida Nurdiani maupun karya sendiri. Metode bisa dikembangkan menggunakan alat peraga lainnya sehingga sasaran yang akan dicapai dapat berhasil.

Pendidikan karakter sudah menjadi bagian pendidikan nasional. Oleh karena itu menurut Astedja harus terus dikembangkan. Hal itu dibenarkan oleh Yati Thaher yang berkomitmen untuk membantu masyarakat dan guru melalui Yayasan dan lembaga Asih Fondation sudah ratusan PAUD maupun TK dikunjungi dan dibantu.

Tidak hanya Bogor, wilayah lain di Jabar dan Banten juga disambangi. Program seperti ini juga didukung banyak pihak termasuk disiapkan fasilitas oleh Setiajati (74) yang kelak bisa diteruskan putrinya Denni Sastrapradja.

Dorongan budayawan Ace Sumanta kepada siapapun yang ingin membuka dan mengungkap sejarah Bogor yang masih misteri sangatlah nampak diberbagai kegiatan kebudayaan dan saresehan juga mengumpulkan tulisan tentang masa lalu (Buitenzorg) baik melalui karya puisi, pantun hingga artikel lepas.

“Insya Allah dalam waktu dekat akan terbit buku kumpulan puisi (antologi) maupun buku Percikan Sastra dan Budaya Indonesia yang ditulis setelah banyak keliling berbagai kegiatan sastra-budaya daerah lainnya”, ungkapnya sambil mengakhiri percakapan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini