Gunungsitoli, News Warta Publik Dua orang Advokat/pengacara asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau melaporkan Pegawai Lapas Kelas II B Gunungsitoli ke Menteri Hukum dan HAM di Jakarta, akibat di tolak saat mengunjungi kliennya yang berada di dalam lapas.

Kedua pengacara tersebut adalah Temazisokhi Zega, SH dan Yunaldi Zega, SH yang berkantor hukum di Kantor Advokat Temazisokhi Zega, SH, Yunaldi Zega, SH & Partner, di Jalan Datuk Setia Maharaja No. 18 Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Dalam surat pengaduan dengan nomor 026/Lap/T.Y-AD/III/2018 yang di layangkan kepada Menteri Hukum dan HAM, juga kepada Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Sumatera Utara menyampaikan beberapa keluhan, yakni : bahwa saat berkunjung ke Lapas kelas II B Gunungsitoli, Sumatera Utara pada hari Jumat 2 Maret 2018 sekira pukul 16.30 Wib, pegawai petugas jaga lapas tidak memperbolehkan masuk dengan alasan “jam berkunjung sudah selesai”.

Selain itu, Yunaldi Zega dalam suratnya menyebut bahwa pegawai petugas penjaga Lapas tidak menghargai hak atau kewenangan penasehat hukum dan tidak memahami Pasal 69 jo pasal 70 ayat (1) UU Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP.

Yunaldi Zega berharap melalui surat ini, agar Kemenkumham di tingkat Pusat dan Provinsi segera menindaklanjuti pengaduan ini, dengan memanggil Kepala Lapas Gunungsitoli agar para stafnya di beri perintah untuk tunduk pada peraturan perundang-undangan yang ada, agar terwujud pelayanan yang baik dan prima terhadap pengunjung lapas, kata Yunaldi kepada Pewarta Media ini, Sabtu (3/3) di Gunungsitoli .

Hingga berita ini di publikasikan, Kalapas Gunungsitoli yang di konfirmasi Pewarta Media ini via WhatsApp nya, belum merespon (offline) surat kedua pengacara tersebut. [ AZB / Red ]

 

News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini