Bogor, News Warta PublikJalan Alternatif Teluk Pinang, yang menjadi jalan alternatif utama dari dan ke Sukabumi kondisinya semakin menyedihkan. Lubang dijalan semakin lebar dan dalam sehingga membahayakan para pengendara. Ditambah lagi bila turun hujan. Kondisinya jadi seperti sungai. Banyak kendaraan yang terperosok ke lubang yang dalam.

Kerusakan jalan tersebut sudah hampir setahun yang lalu. Hingga kini belum ada kepastian kapan akan di perbaiki. Akibatnya kecelakaan sering terjadi di lokasi tersebut. Keluhan wargapun sudah sering di suarakan ke Dinas 5
terkait maupun melalui media. Namun warga sepertinya harus terus bersabar, karena hingga hari proses lelang proyek yang mestinya sudah selesai, malah mundur lagi. Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Binamarga Ciawi, Eko Sulistio kepada wartawan, Senin, (24/07/2017).

“Sebetulnya bulan ini sudah dilakukan tahapan lelang. Tapi terjadi gagal lelang karena peserta masih belum memenuhi persyaratan. Pertengahan bulan Agustus besok akan dilakukan Lelang kembali” kata Eko.

Menurut Eko, masalah lelang bukan menjadi kewenangannya. Dia hanya menyampaikan apa yang dia dapat informasi dari instansi yang menaunginya, Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Itu informasi yang saya dapatkan. Eko mohon masyarakat bersabar, karena begitulah tahapan atau proses yang harus dilalui dalam mengerjakan sebuah proyek pemerintah” ujarnya.

Sementara itu Kepala Desa Banjarwangi, Eman Sulaiman berharap jalan Alternatif Teluk Pinang bisa segera dibangun.

“Dengan kondisi seperti sekarang ini, sangat membahayakan para pengguna jalan. Jangan sampai ada korban korban jiwa. Baru diperbaiki” katanya.

Eman menambahkan Pemkab Bogor mestinya bisa segera menyikapi kondisi jalan yang sudah lama rusak ini.

“Sebaiknya Pemda Kabupaten Bogor harus bisa segera menyikapi. Apalagi itu adalah jalan alternatif ke Sukabumi yang padat dengan kendaraan” imbuhnya.

“Kan di UPT yg membidangi jalan tentunya ada anggaran perawatan. Alangkah baiknya UPT bisa menggunakan dana perawatan kalau memang proses tender nya blm selesai” pungkasnya. [ Red ]

 

 

Reporter by Andy Djava.
News Warta Publik

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini