Bojonggede, News Warta PublikSurprise..!!!
Luar biasa mengejutkan, ibu-ibu pengajian Majelis Ta’lim Al Munawar Bojonggede Bogor, menyambangi rumah Maulidan Isbar Sosok Pemuda “Muda Berkarya Nyata” dari Desa Bojonggede Kabupaten Bogor yang saat itu tengah menerima kedatangan family jauh. Mereka berkumpul di halaman rumah membuat empunya rumah dan tamu kaget. Ibu Lidan dengan gugup menanyakan maksud kedatangan ibu-ibu ini, mereka?…ternyata mau menemui Lidan dikediamannya, di Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada hari Sabtu 3 Maret 2018, pukul 10.44 WiB.

Sementara Lidan sapaan akrabnya sedang tidak ada dirumah…,…Padahal 10 menit lalu masih bersama kami ucap Dodi Ayah Lidan. Setelah dicari… rupanya sang bakal calon DPD RI ini sedang asyik minum es cingcaw di depan warung tidak jauh dari rumahnya.
Di halaman rumah Lidan Ibu-ibu pengajian dari Majlis Taklim Al Munawar mencanangkan “GERAKAN 5.000 UNTUK LIDAN”.

Mereka bertekad memberikan dukungan terhadap pencapaian 5.000 KTP dukungan untuk syarat Lidan untuk menjadi calon DPD RI Dapil Jabar. Dengan bergerak masif mereka mensosialisasikannya kepada kerabat dan sejawat masing-masing. Pimpinan Majelis meminta setiap anggotanya minimal bisa memperoleh 50 KTP dukungan, sementara anggota Majlis Taklim, Al Munawar sendiri antara 60-80 orang.

Yang luar biasa selain mengusahakan dukungan KTP ibu-ibu ini juga mengumpulkan dana sebesar Rp 5.000/orang, “Ini bentuk nyata dukungan kami kepada Lidan..” kata Teh Yani pimpinan rombongan, saat menyerahkan uang tersebut kepada Lidan.

“Kami tahu bahwa Lidan berangkat bukan karena punya uang, tapi karena punya tujuan berjuang untuk kami, untuk kepentingan masyarakat. Uang ini tidak seberapa, tapi Gerakan 5.000 KTP Untuk Lidan ini akan terus kami sosialisasikan kepada masyarakat, khususnya masyarakat Bogor dan kepada masyarakat Jawa Barat umumnya. Tentu saja yang mendukung perjuangan Lidan,” tutur Teh Yani disambut gema taqbir ibu-ibu.

Aku menjadi saksi prosesi itu terjadi di depan mataku, rasa haru ternyata bukan hanya muncul di dadaku, tamuku juga matanya sembab melihat peristiwa yang sungguh luar biasa, sementara istriku tak kuasa membendung air mata.

Tanpa disadari, “Ibu-ibu ini telah melahirkan gagasan besar mengibarkan gerakan politik bersih,” ungkap Dodi Espe orang tua Lidan penuh haru.
Dengan apa yang dilakukan oleh kelompok ibu-ibu ini harusnya
para elit politisi culas merasa malu. Gerakan ini sebagai bentuk kesadaran warga bangsa perlunya melahirkan politisi bersih, dan kesadaran itu lahir dari sekelompok ibu-ibu sebuah kampung yang tidak pernah memahami berbelitnya ilmu politik, yang tidak pernah berteriak congkak “Politik Tanpa Mahar” atau “Politik Tanpa Uang” sebagai alat jualan partainya.

“Gerakan ini wujud bahwa masyarakat kita masih peduli politik, peduli akan lahirnya politisi-politisi yang amanah yang mau berjuang untuk kepentingan bangsa, mereka dengan tulus ikhlas memberikan dukungan, hak politiknya bahkan mereka pun sukarela bergerak untuk membantu dukungan dana”.

Subhanalloh…!
Engkau Maha Kuasa menggerakan hati manusia…,…ucap Dodi lirih penuh rasa syukur. [ Lekat /Red ]

 

News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini