Hak Penyandang Disabilitas dalam perspektif HAM Internasional dan HAM Nasional

0
61

Bandung, News Warta Publik Dari data tahun 2016, Jumlah penyandang Disabilitas di Indonesia mencapai 12,7 persen. Dimana yang termasuk di dalam kategori sedang sebanyak 10,29 persen dan kategori berat sebanyak 1,87 persen. Sementara untuk prevalensi disabilitas Provinsi di Indonesia antara 6,41 persen sampai 18,75 persen.

Tiga Provinsi dengan tingkat Prevelensi tertinggi adalah Sumatra Barat, Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan.

Dari angka 12,15 persen penyandang disabilitas 45,74 persen tingkat pendidikan penyandang disabilitas tidak pernah atau tidak lulus SD, jauh dibandingkan Non-penyandang disabilitas yang sebanyak 87,31 persen berpendidikan SD keatas.

Dengan jumlah penyandang disabilitas perempuan yaitu 53,37 persen. Sedangkan sisanya 46,63 persen adalah Laki-laki. Berdasarkan survey Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016.

Ketua SPN kota Bandung, Sri Rejeki SE, CEC mengatakan penyandang disabilitas merupakan bagian dari manusia yang kedudukannya sama. sebagaimana prinsip dalam HAM yang universal, Non diskriminasi, tidak dapat dibagi dan tidak dapat dikurangi.

Lanjut ia, Dalam pemenuhan Hak perlu adanya payung hukum, hal ini selaras dengan tujuan pembentukan Negara yang tertuang dalam Pembukaan UUD NRI 1945 “Memajukan kesejahteraan umum, Mencerdaskan kehidupan Bangsa, Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Masih kata Sri, pada intinya bahwa perwujudannya bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa pandang bulu. Para penyandang disabilitas harus dibekali dengan pendidikan yang sama sehingga tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas dan mandiri serta mampu beradaptasi dengan lingkungan.

Ketua Srikandi Pasundan Ngahiji, tersebut berharap pemerintah harus dapat menyentuk seluruh sendi kehidupan para penyandang disabilitas, mulai dari Undang-Undang, Peraturan menteri terkait hingga peraturan daerah yang juga didalamnya menyinggung antara lain tentang ketenagakerjaan, pendidikan nasional, kesehatan, kesejahteraan sosial, lalu lintas dan angkutan jalan, perkeretaapian, pelayaran, penerbangan dan kepabeanan.

Acara tersebut di adakan oleh Caffe ABK, penyelenggara Ibu Nunun.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2018, Upacara Bendera bersama penyandang disabilitas di Monumen Perjuangan jalan Dipati Ukur, Bandung, Jawa Barat

Indonesia adalah Negeri yang lahir dari banyak perbedaan dengan seluruh keberagamannya yang menjunjung toleransi

Indonesia Rumah kita bersama.
Satu Tanah Air Indonesia, Satu Bangsa Indonesia, Satu Bahasa Indonesia.

Mari melangkah bersama generasi muda
Ditangan mereka masa depan digenggam dengan suka cita

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-90 tahun, 28 Oktober 1928-28 Oktober 2018.

Bersama Srikandi Pasundan Ngahiji,
Ketua SPN kota Bandung Sri Rejeki, SE. CEC. [ Red ]

 

 

News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini