Ikan Lele sinyentrik Berkumis, Apa Saja Manfaatnya ?

0
104

News Warta PublikIkan lele merupakan salah satu jenis ikan yang paling banyak digemari masyarakat Indonesia. Baik anak-anak hingga orang dewasa banyak menyukai ikan jenis ini karena memiliki rasa yang khas dan mudah diolah. Bagi Anda yang gemar mengonsumsi ikan ini, simak manfaat ikan lele bagi kesehatan tubuh dalam artikel ini.

Berbagai manfaat ikan lele
1. Rendah kalori dan lemak
Dalam 100 gram porsi ikan lele hanya mengandung sekitar 122 kalori dan 6,1 gram lemak.

Meski rendah kalori dan lemak, penting bagi Anda untuk memperhatikan porsi makan sekaligus cara mengolahnya. Jika tidak, kadar kalori, lemak, serta kolesterol dalam ikan lele justru meningkat.

Untuk mencegah hal tersebut, hindari mengolah ikan lele dengan cara digoreng. Sebagai gantinya, cobalah metode masak dikukus, direbus (dijadikan sup), dibakar atau dipanggang. Selain itu, ada baiknya Anda memvariasikan pilihan lauk pauk Anda setiap hari. Semakin bervariasi, semakin kaya dan seimbang pula asupan nutrisi bagi tubuh keluarga Anda.

2. Sumber protein lengkap
Ikan lele mengandung protein berkualitas tinggi sebanyak 15,6 gram dalam tiap ekornya sehingga mampu memenuhi kebutuhan asam amino yang dibutuhkan tubuh Anda. Protein berkualitas tinggi tersebut membantu tubuh Anda membangun massa otot tanpa lemak. Tidak hanya itu, kandungan protein dalam ikan lele juga membantu meningkatkan efektivitas fungsi kekebalan tubuh Anda.

3. Sumber vitamin B-12
Ikan lele mengandung kadar vitamin B-12 yang sangat tinggi. Satu ekor ikan lele saja diketahui mengandung 40 persen asupan vitamin B-12 yang direkomendasikan setiap hari. Sebagai bagian dari vitamin B, vitamin B-12 pada ikan lele sangat penting untuk membantu memecah makanan yang Anda konsumsi sebagai energi. Tidak hanya itu, vitamin yang larut dalam air juga berperan penting untuk fungsi otak, sistem saraf, serta pembentukan darah.

4. Rendah merkuri
Hampir semua ikan mengandung merkuri. Merkuri adalah sejenis logam berat hasil buangan dari limbah pabrik dan rumah tangga. Di dalam air, merkuri berubah menjadi zat yang disebut dengan metilmerkuri yang berikatan dengan protein dalam otot ikan.

Jika Anda mengonsumsi ikan atau makanan laut lainnya yang mengandung merkuri, maka kandungan merkuri dalam daging ikan akan masuk ke dalam tubuh Anda. Penumpukan merkuri dalam tubuh dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti keracunan merkuri hingga bahkan kerusakan saraf, terutama pada bayi dan anak-anak.

Kabar baiknya, Environmental Protection Agency mencantumkan ikan lele sebagai salah satu ikan yang paling banyak dikonsumsi dan rendah merkuri.

Meski demikian, membatasi konsumsi ikan lele dianjurkan untuk mengurangi risiko Anda terkena paparan merkuri. Terutama apabila Anda sedang hamil, karena kadar merkuri yang tinggi dapat membahayakan janin Anda. Pada umumnya, ikan lele aman untuk dikonsumsi sebanyak dua sampai tiga kali dalam seminggu.

5. Mengandung asam lemak sehat
Rutin makan ikan lele adalah cara mudah untuk meningkatkan asupan asam lemak omega-3 dan omega-6 dalam tubuh. Hal ini karena satu ekor ikan lele menyediakan 220 mg asam lemak omega-3 dan 875 mg asam lemak omega-6. Kedua nutrisi ini berperan dalam kesehatan jantung dan fungsi kognitif.

Meski demikian, penelitian mengungkap, asam omega 6 dapat memengaruhi proses pembekuan darah dan rentan terhadap proses oksidasi. Karena hal tersebut, asam omega 6 meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Itu sebabnya, untuk mengambil manfaat ikan lele sekaligus menekan risikonya, sebaiknya batasi konsumsi ikan lele sewajarnya saja. [ Red ]

 

News Warta Publik
Berbagai sumber.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini