Bogor, News Warta Publik – Kepala Kadisdik Kota Bogor, H. Fahrudin, S. Pd, kedatangan tamu yaitu seniman, budayawan dan sejarawan secara mendadak (8/3/2019) Para pelestari Kota Pusaka yaitu Rd. Ace Sumanta, Dayan D. Allo dan Rachmat Iskandar. Mengejutkan memang bagi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor selain mendadak sekaligus pencerahan. Para Pelestari Kota Pusaka sesuai dengan peraturan Walikota No.17 tahun 2015, yaitu Bogor sebagai Kota Pusaka. Menurut penelitian para aktivis, budayawan dan sejarawan itu.

“Bahwa Kepala Disdik sangat berhasil dalam mengedukasi serta menerapkan sistem pendidikan nasional dengan muatan lokal, khususnya bidang kesejarahan, cagar budaya juga pembinaan seni budaya di sekolah-sekolah”, kata Ace yang menyerahkan penghargaan atas upaya dukungan memperkenalkan maestro pelukis Indonesia Raden Saleh Syarif Bustaman kepada guru-guru sehingga bisa diestafetkan kepada murid atau siswa siswinya.

Begitu juga Dayan dan Rachmat, memberikan Penghargaan KAPUK Bogor Award karena komitmen dan berkelanjutan dalam memperkenalkan serta selalu mengingatkan akan pentingnya menghargai dan mempertahankan bangunan sekolah yang bernilai Cagar Budaya.

Fahrudin panggilan akrabya, Fahmy ini merupakan sosok yang mengayomi, pendidik dan pejabat yang selama ini sangat dekst dengan wartawan, seniman budayawan, juga guru dengan berbagai latar belakang keilmuannya. Fahmy yang sangat dikagumi dan akrab dengan seluruh jajarannya menyambut baik terhadap anugrah, penghargaan dan penilaian serta apresiasi dari masyarakat termasuk komunitas.

“Bangunan sekolah yang bernilai Cagar Budaya, amatlah harus dipertahankan dan dilestarikan. Banyak sekolah yang komitmen mempertahankan bangunan lama contoh SMPN 1, 2, 3, 4 dll. Begitu pula tingkat SLTA. Saya selalu menghargai dan memberikan apresiasi bahwa bangunan lama memiliki nilai vsejarah, kejujuran, kesabaran, juga keunikan”, ujar Fahmy sangat menguasai nilai kesejarahan dan sosial.

Penghargaan untuk pelestari, aktivis, tokoh masyarakat, tokoh agama, ASN dan pejabat bukan yang pertama kali, namun sudah berjalan sejak 3-4 tahun silam.

“Ini wujud kebanggaan kami pada Kota Bogor sebagai Kota Pusaka yang memiliki nilai dan perjalanan panjang dalam sejarah RI.” Tutup Rachmat mengakhiri diskusi di ruang kerja Kepala Disdik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini