News Warta Publik – Berbeda dengan Uni Soviet, kembalinya Rusia modern dalam Federasi Rusia dibangun melalui basis originnya, yaitu kelompok Kristen Ortodoks dan Islam. Oleh karena itu Rusia dan Chechnya merupakan kekuatan utama, selain dari Belarus. Juga dari Negara-Negara dalam Federasi lainnya.

Hubungan yang ingin dibangun JAKI dengan Rusia adalah dalam hal kemanusiaan di segala bidang. Dan bisa mendorong banyak resolusi untuk masalah kemanusiaan dan konflik.

Dan tentunya, resolusi ini yang bisa dijadikan pertimbangan sebagai bahan para pengambil keputusan. Termasuk keputusan Presiden mendatang. Semoga Prabowo-Sandi menang. Karena permasalahan Cina ke Indonesia yang sudah overlap bisa ditengahi oleh Rusia, dan dikembalikan sebagai partner Indonesia dalam hal hubungan bisnis. Posisi Cina berada di belakang Rusia dan Indonesia. Dan ini tidak mungkin bisa dilakukan Jokowi yang sudah terlibat terlalu dalam oleh permainan Cina dan Jokowi tidak mampu mengontrolnya.

Kenapa harus Amerika Serikat. Selain sebagai negara demokrasi, Amerika Serikat dan Indonesia memiliki sejarah panjang dalam terbukanya peluang deklarasi kemerdekaan Indonesia lewat Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 melalui Piagam Atlantik. Dan Amerika Serikat bisa mengendalikan sekutunya ketika terjadi kesepakatan baru antara Indonesia dan Amerika Serikat. Namun bukan persoalan itu saja. Karena merdekanya Amerika Serikat tidak terlepas dari bantuan para pemodal pendiri Republik Indonesia. Begitu juga berdirinya New York sebagai New Amsterdan yang dibangun melalui rempah-rempah Nusantara.

Dan kenapa harus Belanda. Dari sejarah yang panjang, tentu dapat dicapai kesepakatan baru antara Indonesia-Belanda yang sejajar, saling menguntungkan dan menarik. Dengan kesepakatan baru ini, tentu Belanda bisa mengendalikan sekutunya di Uni Eropa. Belanda sempat mengkolonisasi wilayah Indonesia pada masa lalu yang saat ini sedang dalam kondisi krisis akibat dampak global. Tentu ini menjadi peluang untuk membangun hubungan antara Indonesia-Belanda dengan hubungan yang sangat baru. Kita tidak akan menuntut masa lalu kita, tapi mari kita bicara kepentingan masa depan. Dengan prinsip kemanusiaan dan keadilan yang sempurna kedua belah pihak tentunya.

Semua ini akan berjalan baik saat kontrak-kontrak kerjasama internasional yang rata-rata habis pada 2010, dimulai melalui kertas-kertas baru yang ditandatangani dengan kesederajatan.

Dan semua itu tentu dikeluarkan melalui policy negara. Saat ini proses suksesi sedang berjalan di Indonesia. Pemerintah baru tentu ingin program-program nya yang dikampanyekan bisa berjalan. Disini JAKI berinisiatif untuk melakukan pergerakan.

Jika konstruksi paling strategis dilakukan Indonesia dengan 3 Negara, Rusia, Amerika Serikat dan Belanda berhasil. Maka akan banyak konflik di dunia ini yang bisa diselesaikan dengan cepat dan adil. Selain itu urusan dengan sekutu-sekutu 3 Negara tersebut akan menyesuaikan kesepakatan besar dari hubungan Indonesia dengan 3 Negara tersebut.

Karena setiap Negara tersebut memiliki kunci dan sejarah panjang yang bisa diletakkan dalam menata ketertiban dunia. Dan kami bersama JAKI tahu persis kunci sejarah tersebut. Termasuk kunci dari Indonesia.

Semoga ini bisa menjadi resolusi bersama dan untuk Pemerintahan Indonesia yang akan datang.

Oleh : Yudi Syamhudi Suyuti
Koordinator Eksekutif JAKI (Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini