Sukabumi, News Warta Publik – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo, didampingi Dandim 0622 Kabupaten Sukabumi dan Kapolres Sukabumi meninjau lokasi longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Setelah melihat lokasi longsor, dirinya mengungkapkan bahwa lokasi tersebut tidak layak ditanami sayuran dan padi serta masyarakat tidak boleh bermukim dibawah tebing seperti itu.

“Kemiringan lebih 30 derajat seharusnya memang tidak dibenarkan untuk ditanam padi atau sayuran. Kedepan apabila masih seperti ini sangat mungkin kembali terjadi lingsor,” kata Doni Monardo. Jum’at, (11/1/19).

BNPB mencoba untuk melibatkan semua komponen masyarakat, termasuk para pakar, tokoh agama, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat jangan menanam jenis tanaman yang dapat menimbulkan resiko bencana.

BNPB bersama komunitas sudah menyiapkan 10 ribu bibit vertiver, dalam jangka pendek itu untuk mengurangi risiko longsor. Kemudian ditambah 2.500 bibit pohon campuran seperti tanaman buah dan keras yang endemik Jawa Barat.

Sehinga, dengan harapan masyarakat bisa semakin banyak yang sadar, karena kalau tidak diberikan suatu pemahaman maka risiko terjadi bencana semakin banyak.

Yang kedua, lanjut Doni, ia mendapatkan intruksi dari Presiden Joko Widodo untuk memastikan manajemen bencana terintegrasi dengan baik sehingga kedepan harus mengacu kepada informasi yang diberikan pakar baik itu di bidang vulkanologi, geologi, tsunami dan yang lainnya.

“Para pakar ini yang harus diikuti, saya ibaratkan pakar itu seperti intelejen, karena dilihat hasil penelitian mereka semakin lama semakin akurat,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini