Bandung, News Warta Publik – Majelis Pecinta Sholawat (Pesho), berdiri sejak Tujuh tahun lalu. Pesho tanpa huruf H dalam bahasa Sunda secara harfiah berarti benda tajam sejenis Pisau dalam bahasa Indonesia. Majelis yang dalam syiarnya mengkolaborasikan syiar dengan kesenian tradisi Sunda Wayang Golek ini makin hari makin tajam dalam menyebarkan cinta Shalawat.

Selain itu, silaturahmi yang terus terjalin dan terjaga dengan para jamaah di sekitar komplek Giri Harja Endah membuat kekompakan diantara jamaahnya makin terjaga.

“Filosofinya Pesho jika berada di tangan orang yang baik insyaallah sangat berguna,” kata KH Dede Akbar Suryana. Minggu, (7/4/2019) malam disela kegiatan pengajian.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini