Gunungsitoli, News Warta PublikTerhitung sejak tanggal 19 Desember 2017 lalu, masyarakat Desa Lolohia Kecamatan Mandrehe Barat Kabupaten Nias Barat, Provinsi Sumatera Utara, menyampaikan laporan dugaan penyalahgunaan dana desa di Lolohia tahun anggaran 2016/2017 kepada Bupati Nias Barat cq. Inspektorat Nias Barat.

Sejumlah masyarakat meminta agar hal ini segera diproses oleh inspektorat kabupaten Nias Barat, seperti diberitakan sebelumnya oleh Pewarta media ini bahwa nilai dugaan penyelewengan Dana Desa tersebut ternyata lebih besar dari informasi yang sudah dipublikasi sebelumnya.

Beberapa dugaan penyalahgunaan Dana Desa di Lolohia tersebut yang disampaikan oleh sumber, antara lain : pertama, HOK pada kegiatan Parit Beton dan Tembok Penahan Tanah, jumlah kumulatif upah yang diterima pekerja sebesar Rp.15.000.000 dari jumlah yang tertera di RAB sebesar ± Rp. 38.485.000. Dari item ini diperkirakan dugaan penggelapan Dana Desa sebesar Rp. 23.485.000.

Kedua, pada kegiatan pekerjaan Pengaspalan jalan upah yang diterima oleh tukang sebesar Rp. 22.500.000 dari jumlah yang tertera di RAB sebesar ± Rp. 38.017.500. Pada item ini diperkirakan dugaan Penggelapan Dana Desa sebesar ± Rp. 15.517.500.

Ketiga, pekerjaan pengaspalan jalan sepanjang 640.00 diduga telah dilakukan kecurangan pada bahan material batu sisipan. Fakta ini tercuak dari paparan beberapa pekerja. Mereka mengatakan bahwa di Patok akhir sepajang ± 200.00 meter belum dilakukan sisipan batu dan juga hanya dilakukan pengaspalan dua kali saja (seharusnya tiga kali sesuai RAB) ini dikarenakan kekurangan bahan dan juga petunjuk dari pelaku pengelola Dana Desa tersebut. Pada item ini diperkirakan dugaan dana yang digelapkan ± Rp. 85.000.000.

Keempat, ada beberapa kegiatan yang diduga fiktif atau masih belum terlaksana tapi Dananya sudah habis, diantaranya : Kegiatan Penyusunan Profil Desa atau Monografi Desa tertera anggaran sebesarr Rp. 4.250.000 dan Kegiatan Pelaksanaan Lomba Desa anggarannya sebesar Rp. 3.500.000.

Kelima, pengadaan bahan material galian golongan C bukan logam yang dibutuhkan pada kegiatan fisik Dana Desa dari Tahun Anggaran 2016 dan 2017 di Supplay langsung oleh Kaur Pemerintahan atau bendahara Desa atas nama Notatema Hia hal ini dilakukan secara sepihak dimana tanpa adanya survey pembanding harga atas bahan material yang akan dipergunakan atau dibutuhkan, diduga adanya unsur kesengajaan persengkokolan terstruktur oleh oknum Aparat Desa.

Hal mendasar pada kasus ini adalah memperkaya diri sendiri sekaligus tidak adanya keterbukaan pelaksanaan kegiatan Dana Desa terutama kegiatan Fisik, sehingga para TPK tidak dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya.

Selanjutnya, setelah masyarakat melakukan survey pembanding harga atas bahan material yang dibutuhkan, ternyata didapatkan harga yang lebih rendah dari harga yang tertera di dalam RAB. Jadi, apabila  Pelaku Dana Desa melaksanakan survey pembanding harga maka terdapat keuntungan dari sisa anggaran yang diperkirakan ± Rp. 25.000.000.

Keenam, Pengadaan modal BUMDes TA. 2017 yaitu Tenda Tratak dan Kursi Plastik dimana pada pengadaan Kursi dimaksud telah disurvey harga dan kualitas barang tidak sesuai dengan harga yang tertera pada RAB yaitu : Rp.1.781.600 perlusin sudah termasuk PPn10%, akan tetapi yang dibelanjakan diduga hanya sebesar Rp.850.000.

Ketujuh, pada rapat pencairan Dana Desa Lolohia Tahun 2016 yang terakhir, didapatkan informasi bahwa Kepala Desa atau Pelaku Dana Desa Lolohia telah menyampaiakan bahwa ada kelebihan dana yang diduga sebagai silva sebesar ± Rp.70.000.000, realisasi dana tersebut masih simpang siur atau tidak jelas.

Dari beberapa point diatas, jumlah dugaan kerugian negara yang diduga disalahgunakan atau digelapkan tersebut oleh kepala Desa atau Pengelola Dana Desa Lolohia diperkirakan kurang lebih sebesar Rp.200.000.000 [AZB/Red]

 

 

News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini