Kampar, News Warta Publik – Terkait dengan adanya Pemutasian beberapa pejabat struktural di Mapolres Kampar, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Kapolres Kampar, dalam menyikapi beberapa persoalan dilingkungan pejabat Polres Kampar yang sempat menghebohkan Media.

Dengan adanya dugaan pemotongan anggaran oleh oknum pejabat di Mapolres Kampar, terkait anggaran tambahan di Satuan Sabhara di Mapolres Kampar. Karena langkah ini perlu kita mendukung dan juga bagian catatan sejarah setahu saya di Mapolres Kampar,” ungkap LSM Bupati Lira, Ali Halawa kepada awak media melalui pesan Whatshapnya. Sabtu, (30/3/2019).

Karena kemampuan dan keberanian oknum Mapolres, yang mana haknya di kangkangin mampu menggegerkan publik baru – baru ini, dan berakhir pemutasian pejabat yang bersangkutan. Namun kami dari LSM Lira berharap kepada Kapolres Kampar, dalam hal ini jangan berhenti disitu saja. Kemudian Kapolres Kampar juga kita minta, agar diproses dan dilanjutkan secara hukum. Karena kita ingin tahu berapa anggaran tersebut diselewengkan oleh Kasat Sabhara itu, dan alirannya kemana? Kita berharap Kapolres Kampar mampu mengungkap itu.

Kalau ini tidak jelas, maka bagaimana aparat hukum bisa profesional jika institusinya sendiri tak mampu profesional. Dan ini bisa mencoreng wajah institusi penegak hukum, jika hal ini terkesan ditutup – tutupin. Untuk itu kami yakin Kapolres Kampar bisa membongkar kebobrokan intitusinya,” tutur Ali Halawa.

Selanjutnya awak media mencoba konfirmasi kepada Kapolres Kampar, AKBP. Andri Ananta Yudhistira, S.I.K, M.H, melalui pesan Whatshapnya, dan awak media mengirimkan rilisan LSM Bupati Lira tersebut kepada Kapolres Kampar. Kemudian Kapolres Kampar menghubungi awak media melalui telepon selulernya, lalu awak media meminta tanggapannya Kapolres Kampar terkait apa yang disampaikan oleh LSM Bupati Lira, Ali Halawa, akan tetapi Kapolres Kampar heran dan mengatakan kepada awak media, apa ada namanya Bupati Lira itu ya bang,” kata Kapolres Kampar.

“Kenapa LSM namanya Bupati, lalu awak media menjawab seperti itu pula strukturnya orang tersebut Komandan. Kemudian Kapolres Kampar menjawab lagi, saya baru tahu. Saya kaget juga, saya kira Bupati Kampar.

Selain itu awak media mencoba mempertanyakan kepada Kapolres Kampar Mengenai tanggapannya, lalu Kapolres Kampar menjawab, bukan tanggapi. Maksudnya saya hanya menyampaikan, semua perlu ketegasan dari pimpinan kami. Melihat adanya permasalahan dan yang bersangkutan di tarik ke Polda untuk ditempatkan ditempat yang baru, sehingga proses pemeriksaannya lebih mudah,” jelas Andri Ananta.

Nantinya hasilnya apa, Polda yang memeriksa. Untuk ketegasan pimpinan Polri terhadap permasalahan anggota yang salah langsung dicopot. Dan penegasannya kemudian ditempatkan di Polda, untuk lebih mudah melakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Kampar.

Irfan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini