Sukabumi, News Warta Publik – Cinta, ya terkadang inilah yang menjadi suatu ujian dalam memulai pernikahan. Menjadi suatu kebahagiaan memang bagi mereka yang Allah pertemukan ketika sudah memiliki kecenderungan rasa sebelum masa pernikahan apalagi di masa-masa penantian itu mereka sama-sama menjaga hati dan diri (tanpa aktivitas pacaran).

Mungkin kita akan terkenang pada kisah cinta Ali-Fatimah yang akhirnya bertemu dalam pernikahan dan setelah menikah mereka baru menyadari kalau ternyata sama-sama telah memendam cinta.

Cinta, memang tak bisa lepas dari setiap hubungan dua anak manusia, laki-laki dan wanita. Sebab cinta adalah energi yang membuat buhul ikatan itu semakin menguat, membuat energi saling melayani antar pasangan semakin meningkat-ningkat, membuat sebuah rumah tangga serasa berenergi yang melahirkan bahagia. Ya, cinta memang mampu mengubah segala-galanya, karena memang ia bersumber dari maha segala-galanya.

Karena adanya naluri, muncul kecenderungan laki-laki kepada perempuan dan perempuan kepada laki-laki. Tak hanya kecenderungan hati, tetapi juga kecenderungan syahwat .

Untuk memuliakan manusia, mengangkat harkatnya agar lebih terhormat Allah Subḥānahu wa ta’alā membuat sebuah tata aturan sebagai jalan perwujudan naluri ini yaitu pernikahan.

Sukabumi, Kamis 7 Maret 2019

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini