Bogor, News Warta PublikTindakan pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pegawai BUMD terhadap para pedagang masih marak terjadi di Kota Bogor. Hall itu, terungkap setelah Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor menahan tersangka berinisial SS yang juga menjabat sebagai Kapala Unit Pasar Merdeka sejak tahun 2013-2014.

“SS merupakan Pegawai BUMD Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor yang menjabat Kepala Unit Pasar Merdeka Kota Bogor sejak tahun 2013-2014 ini, diduga melakukan kutipan pungutan liar (pungli) kepada kios-kios pedagang Pasar Merdeka Kota Bogor,” kata Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Kota Bogor, Widiyanto kepada wartawan, Jumat (23/2/2018).

Lanjut ia, tertangkapnya SS ini merupakan upaya Kejari Kota Bogor dalam memberantas pelaku-pelaku pungli di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Negeri Sipil (PNS), dan Pegawai BUMD.

“Hari ini tim penyidik Kejari Kota Bogor melakukan penahanan terhadap tersangka berinisial SS, yang merupakan pegawai PD PPJ Kota Bogor. SS sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 19 Februari 2018, tersangka SS melakukan pungutan liar (pungli) dengan modus operandi melakukan kutipan kepada kios dan lapak baik los maupun non los pedagang di Pasar Merdeka Kota Bogor. Kutipan yang dilakukan sebesar Rp700 ribu, dimana seharusnya sesuai aturan dan ketentuannya hanya Rp200 ribu dengan jumlah ratusan kios,” ujar Widi.

Widi mengungkapkan, bahwa SS adalah pelaku utama dalam kasus ini, tim penyidik Kejari akan terus mendalami kasus ini, pendalaman kasus baik ke atas dan ke bawah serta rekan sejawat dari tersangka SS.

“Dari hasil penyidikan ini, tim penyidik mensinyalir adanya aliran-aliran dana dari orang-orang suruhan, dengan dugaan jumlah dana mencapai ratusan juta rupiah. Ini akan terus kita dalami, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tukasnya.[ Red ]

 
Reporter by Andy Djava
News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini