News Warta Publik-Siapa yang tak tahu sandiwara radio saur sepuh yang sempat menjadi buah bibir diera tahun 80 an, sandiwara radio yang dilatar belakangi kerajaan majapahit dan kerajaan ditanah pasundan.

Fenomena dan uporia masyarakat tentang sandiwara radio ini sungguh luar biasa,cerita yang dikemas melalui audio diiringi musik pengantar seorang sutradara Indra Mahendra kala itu mampu membuat pendengarnya dibawa dalam dunia hayal yang luar biasa seakan pendengar terkesima dibuatnya.

Kehebatan sandiwara radio ini selain ceritanya yang digarap oleh Niki Kosasih juga tekhnik sang sutradara perpaduan irama musik yang benar-benar membuat pendengar ikut berinteraksi dengan imajinasi sang penulis, cerita ini banyak dilatar belakangi kerajaan-kerajaan ditanah Jawa.

Tokoh sentral Bramakumbara sebenarnya hanyalah pengantar cerita tentang tutur sejarah jaman para raja,Brama dengan Kerajaan Madangkara hanyalah pengantar cerita, tokoh inilah yang menjadi pujaan para pendengarnya dengan kearifan sang raja Madangkara yang mengajarkan tentang hakekat hidup.

Cerita ini semakin menjadi popular kala itu,bahkan kepopularanya mengalahkan novel-novel dan film layar lebar yang kala itu mampu bersaing detengah era tahun 80 an,namun seiring dengan pesatnya campur tangan produksi,saur sepuh pamornya mulai hilang setelah naik kelayar lebar.

Entah karena berbeda cara penyajiannya sehingga nuansanya berbeda dengan imajinasi yang sebenarnya,akhirnya saur sepuh mengalami pasang surut,apa lagi banyak versi dibuat oleh rumah produksi untuk televisi sehingga keasliannya lambat laun mulai menghilang.

Nah pembaca,sekilas perjalanan sandiwara radio saur sepuh yang kini hilang ditelan jaman seiring dengan lajunya dunia digital.[ Red ]

 

 

 

Penulis by Ug Dani
News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini