News Warta Publik -Dalam film Aquaman ada sebuah senjata yang sangat dibutuhkan untuk menjadi senjata terbaik. Senjata itu bernama triden emas atau yang lebih dikenal juga dengan nama, Trident of Neptune. Sebuat saja senjata itu adalah trisula emas. Bila senjata ini dimiliki maka seseorang akan menjadi penguasa 7 lautan.

Seseorang bisa menjadi Raja Atlantis bila memiliki trisula emas yang sakti. Trisula sakti ini menjadi sayarat untuk seorang raja yang menguasai 7 lautan di Atlantis. Saya jadi ingat “trisula sakti” di PGRI. Apa trisula sakti itu? Trisula sakti di PGRI adalah tiga dimensi prioritas dalam mengelola PGRI.

Pertama PGRI harus profesional. Dalam KBBI profesional bersangkutan dengan profesi yang memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. PGRI harus menjadi organisasi yang profesional dalam mengurus GTK. PGRI harus identik dengan himpunan profesi GTK. Profesional dalam dunia pendidikan. Profesional terkait guru dan tenaga kependidikan.

Kedua PGRI harus proporsional. Proporsional dalam KBBI adalah sesuai dengan proporsi, sebanding, seimbang dan berimbang. PGRI harus diurus secara proporsional. Siapa yang mengurus? Ya para GTK. Pengurusnya terutama mulai dari tingkat PGRI kokab, provinsi dan PB harus proporsional. Harus ada guru, dosen dan tenaga kependidikan yang jadi pengurus inti.

Ketiga proaspirasional. Proaspirasional dalam persespsi Saya (karena tidak ada dalam KBBI) adalah memprioritaskan gerakan organisasi berdasarkan aspirasi anggota. Pepatah bijak mengatakan, “Penari yang baik mengikuti irama gendang”. Pengurus PGRI yang baik adalah “menari” berdasarkan “gendang” anggota. Pro pada apa yang menjadi harapan anggota, bukan pro pada perseorangan atau kelompok elite pengurus.

Trisula PGRI adalah Profesional, Proporsional dan Proaspirasional. Siapa saja yang bisa memiliki “trisula emas” PGRI ini akan menguasai 7 lautan seperti dalam film Aquaman. Ketujuh lautan dalam PGRI adalah : 1) PB PGRI, 2) PGRI provinsi, 3) PGRI kokab, 4) PGRI PC, 5) PGRI ranting, 6) anggota PGRI dan 7) pemerintah sebagai mitra.

Simpulannya mengurus PGRI harus melibatkan multi potensi profesi GTK. Jangan keluar dari karakter GTK. Jangan didominasi senior. Jangan didominasi pensiunan. Jangan didominasi tenaga kependidikan. Jangan didominasi tenaga pendidik. Mesti representatif proporsional dan aspiratif terhadap tuntutan prioritas anggota.

Mengurus PGRI adalah mengurus kepentingan martabat GTK. Hanya dengan organisasi yang profesional, proporsional dan proaspirasional maka organisasi akan jauh lebih on the track. Hanya kereta api yang on the track (pada realnya) yang akan melaju kedepan. Bila tidak maka kereta api akan terjungkal atau ditinggalkan penumpang. Penumpang akan naik kereta lain bila tidak on the track. “The train is on the track.”

Oleh : Dudung Nurullah Koswara
Ketua PGRI Kota Sukabumi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini