Waktu Dalam Tubuh, Diagnosa Penyakit Dengan Sekepal Tanah

0
37

Bogor, News Warta Publik Penelitian ilmiah yang mutakhir menunjukkan bahwa hampir setiap kegiatan tubuh manusia itu diatur oleh suatu irama. Bukan mengikuti jam dinding, melainkan mengikuti jam dalam tubuh itu sendiri. Setiap 24 jam kita tidur untuk suatu priode tertentu. Suhu badanpun mengikuti irama yang lamanya kira-kira 24 jam, mulai naik lagi ke suhu normal, sesaat sebelum kita terjaga. Debar jantung pun mengikuti irama yang serupa.

Irama kasar 24 jam ini dikenal sebagai CIRCADIAN, dari bahasa latin yang artinya “circa” (kira-kira) dan “dies” (hari). Para sukarelawan yang tinggal di bawah tanah berbulan-bulan lamanya, dengan tidak mempunyai kemungkinan mengetahui waktu siang dan malam, masih juga terikat oleh irama circadian kasar (kira-kira 25 jam), meski mula-mula jam tubuh mereka kacau.

Menurut Ucu Darmadi, ahli therapist dan formulator. Tidak semua irama tubuh tersebut circadian sifatnya. Sebagian lebih pendek, yang lain waktunya lebih panjang. Dengan suatu cara misalnya, tubuh itu tahu bahwa musim panas tiba dan mempersiapkan hormon (hormon musim panas) yang membantu menyejukkan tubuh pada musim panas itu.

“Tak seorang pun tahu dengan pasti bagaimana irama tubuh itu diatur atau bahkan dimana jam tubuh itu terpusat,” kata Ucu Darmadi kepada news warta publik saat ditemui ditempat prakteknya. Kamis, (25/10/2018).

Adapun mekanisme pengaturan ini. Lanjut ia, para ilmuwan dan para dokter telah membuktikan bahwa tidaklah bijaksana kita mengabaikan waktu tubuh ini. Dulu, ketika manusia hanya menggunakan kaki untuk bepergian dan matahari untuk penerangan, hampir tidak mungkin baginya mengacaukan irama tubuhnya.

Sekarang dengan perjalanan menggunakan kapal jet dan cahaya buatan manusia dapat membuat waktu sendiri. Tetapi penyesuaian diri dari tubuh memerlukan waktu yang lama. Penerbangan jet modern dari Amerika ke Eropa begitu cepat sehingga pelancong “kehilangan” kira-kira enam jam dari waktunya sehari.

“Waktu bangun menjadi jam 02.00 dini hari atau waktu tidur. Ketika seorang pekerja mendapat giliran tugas malam ke tugas siang setelah beberapa hari (atau sebaliknya), irama tubuhnya menjadi kacau,” ujarnya.

Dengan demikian, pengusaha yang melakukan penerbangan untuk suatu tugas penting ke Inggris, atau dokter bedah yang harus melakukan pembedahan rumit selama giliran tugas malam, harus bekerja pada saat badannya dalam keadaan paling tidak waspada dan terampil. Akibatnya ia mungkin melakukan kesalahan yang tidak biasa dibuatnya.

“Energi maksimal pada tubuh yang terjadi pada jam tertentu berkaitan dengan sirkulasi energy organ yang lebih populer dengan istilah jam piket tubuh,” pungkasnya. [ Red ]

 

Reporter by Andy Djava.
News Warta Publik

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini