Bogor, News Warta Publik Secara historis, pohon aren juga berperan dalam pembentukan nama Bogor Peran pohon aren ini berawal dari pendekatan filosofi atas makna kehidupan yang terkandung dalam kata tangkal kawung (pohon aren). Dalam filosofi Sunda, kata “bogor” berarti “tunggul kawung” (sisa penebangan pohon aren atau pokok enau) yang merupakan simbol kekuatan yang tak terduga. Arti kata bogor sebagai tunggul kawung dan maknanya sebagai kekuatan yang hebat ini terdapat pada sebuah pantun bogor, yakni Pantun Pa Cilong, “Ngadegna Dayeuh Pajajaran” yang berbunyi sebagai berikut :
Tah di dinya, ku andika adegkeun eta dayeuh laju ngaranan Bogor sabab bogor teh hartina tunggul kawung
Ari tunggul kawung emang ge euweuh hartina euweuh soteh ceuk nu teu ngarti

Ari sababna, ngaran mudu Bogor sabab bogor mah dijieun suluh teu daek hurung teu melepes tapi ngelun haseupna teu mahi dipake muput.
Tapi amun dijieun tetengger sanggup nungkulan windu kuat milangan mangsa
Amun kadupak matak borok nu ngadupakna moal geuwat cageur tah inyana
Amun katajong?matak bohak nu najongna moal geuwat waras tah cokorna
Tapi, amun dijieun kekesed?sing nyaraho isukan jaga pageto bakal harudang pating kodongkang nu ngawarah si calutak.

Tah kitu! ngaranan ku andika eta dayeuh Dayeuh Bogor!
Di tempat itu, dirikanlah olehmu sebuah kota lalu beri nama Bogor sebab bogor itu artinya pokok enau/aren
Pokok enau itu memang tak ada artinya, terutama bagi mereka yang tidak paham
Sebabnya harus bernama Bogor?sebab bogor itu bila dibuat kayu bakar tak mau menyala tapi tidak padam, terus membara asapnya tak cukup untuk “muput” (semacam membuat api unggun besar untuk membakar sesuatu dalam jangka waktu yang cukup lama)

Tapi kalau dijadikan penyangga rumah mampu melampaui waktu, sanggup melintasi zaman (kuat dan tahan lama)
Kalau tersenggol bisa membuat koreng bagi yang menyenggolnya, koreng yang lama sembuhnya
Kalau tertendang/tersandung bisa melukai yang mendangnya, kakinya akan lama sembuhnya
Tapi, kalau dibuat kesed? Semuanya harus tahu besok atau lusa bakal bangkit berkeliaran memberi pelajaran kepada yang tidak tahu sopan santun
Begitulah, berilah nama olehmu kota tersebut Kota Bogor!

Pantun di atas menjadi dasar yang paling kuat tentang asal-usul nama kota Bogor. Dalam lakon itu dikemukakan bahwa kata bogor berarti tunggul kawung yang dianggap memiliki makna kekuatan besar yang tak terduga. Memberi banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk dimanfaatkan sebagai alat dan bahan pembuat rumah. Dalam pantun itu juga dijelaskan bahwa tunggul kawung bisa menimbulkan penyakit yang lama sembuhnya, jika dijadikan kesed, suatu saat akan bangkit memberikan balasan atas perbuatan tidak sopan.

Ini bisa diartikan bahwa kekuatan yang tak terduga itu ialah kekuatan untuk memberikan pelajaran berharga kepada siapa saja yang menyepelekan keadaan orang lain agar lebih bisa memahami, mengamalkan tata krama atau etika dalam kehidupan bermasyarakat. Kenyataan yang banyak ditemukan dalam kehidupan masyarakat pedesaan bahwa harupat (semacam lidi yang terdapat pada jalinan ijuk) pada pohon aren bisa menyebabkan luka, borok dan koreng yang sulit dan lama sembuh jika tertusuk harupat itu. Jadi, walaupun sudah menjadi tunggul, pohon aren masih memiliki kekuatan yang cukup besar.

Penerapan dan pemahaman filosofis tersebut serupa dengan nama tempat Tunggilis yang terletak di tepi jalan antara Cileungsi dan Jonggol. Kata tunggilis berarti tunggul atau pokok pinang yang secara kiasan diartikan menyendiri atau hidup sebatang kara karena pada zaman dahulu daerah sepanjang Jonggol merupakan hutan lebat, sepi dari keramaian dan jauh dari pemukiman penduduk. [ Red ]

 

Andy Djava
Dari berbagai sumber.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silahkan isi komentar anda
Silahkan masukkan nama anda di sini